Thursday, April 4, 2013

Jangan Pura-Pura

Bila harga diri dipersenda

Bila mencerca menjadi biasa,

Bila tiada hiba tika membinasa,

Bila terasa diri raja,

Bila senyum hanya pura-pura,

Bila hati penuh prasangka,

Bila peluk mesra sandiwara cuma,

Bila sengketa menguasai segala,

Bila setiap butir bicara lakonan semata,

Bila bongkak mengaburi mata,

Bila merasa tahu semua,
Bila hormat sudah tiada,
Bila lenyap rasa berdosa,
Bila mencebik hiasan muka,
Bila angkuh sudah bertakhta,
Akhirnya dia,
Terlalu biasa menjadi PEMANGSA.


Terdetik hati kecil ku bertanya,

Mengapa dia sedemikian rupa?

Benarkah ada damai di jiwa?

Bila terlalu mendabik dada?

Bila tamak haloba bermaharajalela?

Benarkah lena tidur malamnya?

Bila dirinya sering memperdaya?

Bila dirinya terbiasa mencaci nista?


Aku tahu dirimu siapa,

Aku sedar diriku siapa,

Aku sedar perilaku semua,

Aku senyum, sekadar mampu berdoa,

Agar dia tersedar jua,
Tiada masa melayan karenah manusia,
Seperti dia yang masih lena.
 

Gelagat dia diperhati setiap mata,

Jangan pada suatu tika,

Bila sudah terlewat masa,

Kau tersendu hiba,

Memarahi dunia,

Tiada teman setia,

Kerana telah kau perlekehi mereka.

No comments: